Wisata Sejarah Candi Ceto

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Candi Ceto merupakan situs sejarah para umat hindu, di mana di bangun sekitar abad ke 15 Masehi di masa akhir majapahit. Lokasi candi terletak di lereng gunung Lawu, sekitar 40 km di timur kota solo, di dusun ceto Kab. Karanganyar dengan ketinggian 1496 m di atas permukaan air laut.

Wisata Candi Ceto

Candi Ceto saat ditemukan dalam keadaan yang sudah hancur, dimanan material candi berserakan di sekitar lokasi candi di perkiraakan berdiri. Struktur candi menyerupai candi – candi yang ada di tanag jawa, yaitu bertingkat /berteras. Jumlah teras candi di perkirakan berjumlah 14 teras, dengan bentuk memanjang dari arah barat ke timur. Bentuk fisik pada candi memunculkan kultur asli Nusantara dengan sentuan hinduisme yang masih kental. Relief yang melengkapi dekorasi dinding mempunyai keunikan dengan wajah tampak samping akan tetapi badan terlihat tampak depan.

Pemugaran yang di lakukan sampai saat ini hanya dilakukan hingga 9 tingkat dari 14 tingkat dari apa yang di perkirakan. Pemugaran di lakukan di tahun 1970 dan tahun 2003-2008. Pada pemugaran yang kedua, selain sebagian fisik dari candi juga di lakukan penambahan arca Dewi Saraswati dan di tempatkan di bagian timur komplek candi.

Struktur Candi Ceto

Struktur candi Ceto yang di awali dengan jalan yang berundak sembilan, Pada tingkat pertama di mana di depan samping gapura besar berbentuk candi Bentar didapati dua arca sebagai penjaga. Pada tingkat ke dua di sana hanya di temukan hamparan halaman. Pada tingkat selanjutnya kita akan jumpai petilasan Ki Ageng Krincingwesi yang menjadi leluhur desa Ceto dan sekitarnya. Sebelu memasuki tingkat ke lima, di sana kita akan temui tulisan dengan menggunakan huruf jawa Kona. Pada lokasi ini di perkirakan sebagai tempat menyucikan diri. Untuk pada tingkat yang ke tuju, di sini didapati tatanan batu yang berbentuk kura-kura besar dengan posisi mendatar. Pada teras ini juga di dapati gambar penis, yaitu alat kelamin laki-laki dengan hiasan tindik. Hewan lain juga di temukan di sini, katak ketam dan mimik. Pada tingkat selanjutnya di perkirakan sebagai tempan melakukan upacara-upacara semacam ruwatan. Pada tingkat ke delapan terdapat arca phallus(kuntobimo),Prabu Brawijaya V, pemujaan . Pada tingkat yang ke sembilan, sebagai tingkat yang terakir ditemukan bangunan yang berbentu kubus yang terbuat dari batu.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Related Post

Spread the word. Share this post!

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + sixteen =